Minggu, 25 Maret 2012
Cerita Kita (Cerpen)
Dua tahun sejak kematiannya, aku sudah berusaha untuk move. Tapi sampai saat ini hanya dia lah, tingkah lucunya lah yg masih memebekas di ingatan ku. Entah sudah beribu kata sesal terlontar dari mulutku, aku hanya dapat mengingat puing-puing kisah tragis 2 tahun lalu.
Aku masih duduk termangu, malam iini semua kisah itu muncul lagi. Muncul secara tiba-tiba dan membuat ku kembali larut dalam penyesalan.
Sepintas terlihat sebuah buku tua berwarna abu-abu yang sudah mulai usang dimakan masa. Perasaan menyesal itu merasuk kembali dalam benakku, dengan sedikit keberanian ku buka lembaran pertama di buku itu .
13 Mei 2009
Dear Diary,
Hari ini aku senang sekali, kau tau ?? emm, tentu kau tak tau. Haahaha, besok adalah hari pertama aku masuk sekolah di SMP Setya Mulya. Doa kan aku yah , semoga aku tidak sulit mendapatkan teman baru. Aku udah ngantuk nih, besok kan harus bangun pagi. Ya udah , aku tdur dlu yah. Bye Diary
" Maafkan aku, Nad . " ucapku.
Aku kembali membuka lembaran selanjutnya.
14 Mei 2009
Dear Diary,
Aku senang, tadi pagi di sekolah baru ku. Aku bertemu dengan lelaki paling tampan seakhirat. Hahaha, namanya Kak Dicky. Orangnya ganteng tapi sombong beud deh. Kau tau Diary, aku belum mendapatkan satu orang teman pun. Kenapa yah ?? Mungkin hanya kamu lah Diary yang mau menjadi temanku. Aku sedih , hiksss !! Oh iya, aku lupa ! Aku ada Pekerjaan Rumah yg hrus d selesaikan dulul. Kau tak mau melihat aku di hukum kan besok pagi ?? haha, kalau begitu aku selesaikan dulu yah . Bye, Diary .
" Semuanya terjadi karna aku, Nad " sesalku.
12 Juni 2009
Dear Diary,
Haduh, maaf yah. Aku sudah trlalu lama ninggalin kamu. Ini semua karna bnyak nya pekerjaan rumah juga karna aku harus berusaha keras untuk mendapatkan hatinya Kak Dicky. Aku menyukainya, Diary. Aku mencintainya, Diary. Aku memujanya, Diary. Sungguh tak ada lagi yang aku inginkan selain Kak Dicky. Kau boleh bilang aku sudah gila bahkan apapun. Aku tak perduli. Kak Dicky sudah membuat aku seperti ini. Besok aku harus menyiapkan kejutan selanjutnya untuk Kak Dicky. Jadi mulai sekarang aku harus merencanakan semuanya. Doakan aku berhasil yah. Bye :)
" Aku menghancurkan semuanya, Nad. " ujarku.
14 Juni 2009
Dear Diary,
Pagi ini aku akan memasakkan nasi goreng untuk Kak Dicky. Aku sudah belajar memasak dengan mama. Semoga Kak Dicky suka dengan nasi goreng buatan ku. Huh, aku akan mulai untuk memasak sekarang. Dan kau Diary, cukup berdiam di meja belajar ku saja yah . Hahahah
" Kau sangat baik, Nad " decak ku.
17 Juni 2009
Dear Diary,
Aku sedih, Kak Dicky menolak mentah-mentah makanan buatanku. Kak Dicky jahat, aku benci dia. Apakah aku salah menginginkannya ?? Apakah aku salah bila mencintainya ?? Mengertilah perasaan ku Kak Dicky. Aku sangat-sangat mencintaimu. Aku harap kau pun begitu padaku. Kau kan tau Kak Dicky, aku telah menuruti semua permintaan mu. Walau aku menjadi bahan tertawaan tapi aku rela kok. Pliss, mengerti aku !!
Nyesek banget tau gak rasanya tuh, Diary.
" Aku terlalu jahat, Nadya " sesalku .
Air mata yang menetes tak kan mampu mewakilkan sakitnya hatiku. Tombak penyesalan menusuk habis jantungku. Aku menyesal . Sungguh menyesal.
23 Juni 2009
Dear Diary,
Yeay. Kak Dicky menerima bekal dari ku. Horee, aku senang sekali. Walaupun sebenarnya aku sedikit kecewa sih, karna setelah Kak Dicky menerima bekal ku itu. Dia langsung berlari ke kotak sampah dan membuang makanan buatan itu. Tega banget sih. huhuhu !! Tapi biarlah , Kak Dicky mau menerima bekal ku saja aku sudah cukup senang. I HEART U Kak Dicky !
" Aku bodoh membiar kan kamu Nadya " tangis ku.
26 Juni 2009
12.30 "
Dear Diary,
Hari ini Kak Dicky marah besar. Aku juga sampai terkena marahannya. Padahal kan aku tak tau sedikitpun penyebab kemarahan Kak Dicky. Uhh JAHAT !! Aku kembali di cuek in dari Kak DickyBerhentilah memarahi aku Kak Dicky ! hikss hikss hikss.
" Aku mengaku salah, Nad " sesalku.
26 Juni 2009
13.55
Dear Diary,
Aku heran kenapa Kak Dicky bisa menyuruh ku untuk memotong nadiku di depan kelas. Huh, membayangkannya saja aku sudah merinding. Tapi hanya gara-gara permintaan konyol satu ini, pengorbanan ku slama ini akan sia-sia. Ini gak boleh terjadi. Aku bingung banget ! Di satu sisi aku gak mungkin melakukan hal konyol itu, tapi disisi lain aku gak ingin pengorbananku sia-sia. Menurut kau Diary, apa yang harus aku lakukan ??
Mungkin sebaiknya aku menuruti saja keinginan Kak Dicky, aku sanggup kok. Asal Kak Dicky bahagia aku juga akan bahagia. Tapi sebelum itu, aku akan menulis surat terakhir untuk Kak Dicky. Hahaha, aku takut nantinya aku akan mati Diary. Aku takut meninggalkan kamu sendiri. Kalau aku mati, aku titip Kak Dicky yah. Bye, terimakasih sudah menjadi temanku selama ini. Hikss, SELAMAT TINGGAL DIARY, I LOVE U KAK DICKY.
" Arghhh,, aku juga mencintaimu, Nadya. Kenapa kau harus melakukan perintah gila itu ?? Aku tidak bermaksud menginginkan hal itu terjadi ? Aku tak ingin kau mati ? " tangisku .
" Aku akan slalu mencintaimu " ucapku berteriak.
Kaki ku terus melangkah ke sebuah ruangan, terberhenti di dapur . Tanpa takut aku mengambil sebilah pisau , dan perlahan kutusukkan ke perutku. Semakin dalam dan menyakitkan.
" Aku akan menyusulmu Nadya dan akan slalu bersamamu " ucapku .
================ END ==========
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar